Posts

Zlatan Ingin Larsson Sebagai Tandemnya

Image
Striker Swedia Zlatan Ibrahimovic yakin bahwa Henrik Larsson bisa membantunya menciptakan banyak gol di Euro 2008. Ibrahimovic, yang berhasil membawa Inter Milan menjuarai kembali Liga Serie A Italia, ternyata tidak mampu mencetak cukup gol untuk mengangkat prestasi klubnya itu di kancah internasional. Pemain jangkung berdarah Bosnia dan Kroasia ini juga tidak mampu mencetak gol bagi tim nasional Swedia sejak Oktober 2005. Tapi kali ini ia merasa lebih percaya diri dalam laga Piala Eropa di Austria dan Swiss, yang akan dimulai malam ini (7/6). Striker berusia 26 tahun ini berharap bisa bermain bersama striker gaek Henrik Larsson, yang secara mengejutkan masih dipanggil memperkuat timnas Swedia, meski sebelumnya sudah mengumumkan pensiun dari pertandingan internasional. "Henrik dan saya punya hubungan khusus, dan kami telah sering bermain bersama. Di masa lalu ia telah banyak membantu saya, dan dia akan tetap membantu saya di kejuaraan ini bila kami diturunkan bersama," kata I...

Nuno Gomes: Yang Tersisa dari Generasi Emas

Image
Jakarta - Generasi emas Portugal dikenal sejak tim nasional ini datang dengan talenta-talenta mudanya di Euro 1996 di Inggris. Sederet nama seperti Luis Figo, Rui Costa, Paolo Sosa, dan Fernando Couto menjadi bintang dan pilar dari generasi tersebut. Di Piala Eropa kelima mereka kali ini pasukan merah marun lolos sebagai runner-up grup dari babak kualifikasi dan kembali membawa sebagian besar pasukan mudanya. Christiano Ronaldo, Nani, Miguel Veloso, dan Joao Moutinho yang merupakan generasi baru dari negaranya disebut-sebut bakal bersinar di putaran final di Swiss dan Austria. Tapi di saat perhatian publik sepakbola tertuju kepada mereka ternyata ada salah satu pemain dari generasi emas yang masih bertahan dalam skuad asuhan Luis Felipe Scolari. Nuno Miguel Soares Pereira Ribeiro, lebih terkenal sebagai Nuno Gomes merupakan salah satu penyerang tangguh dari era generasi emas. Bersama Armando Petit, Gomes merupakan sisa dari generasi lama yang masih bertahan di timnas Portugal. Pensiunn...

Andrea Pirlo, tetap optimis Italia bisa juara

Image
Berne, BOLASportsLine/soc Italia datang ke perhelatan pesta sepakbola tertinggi antar negara eropa dengan modal mental bagus. Usai merebut tropi Piala Dunia 2006, Gli Azzurri kini menatap untuk kembali keluar sebagai yang terbaik di ajang Euro 2008. Impian Italia untuk menjadi yang terbaik di eropa itu didukung dengan sejumlah alasan. Selain faktor mental, Italia juga memiliki komposisi pemain Italia yang setara di semua lini. Bahkan menurut gelandang Andrea Pirlo, skuad Italia saat ini lebih solid dibandingkan dua tahun lalu. "Tahun ini kami jauh lebih kuat jika dibandingkan kekuatan kami di piala dunia lalu,"kata Pirlo kepada soccernet, Jumat (6/7)WIB. Pirlo tampaknya ingin mempertahankan mental bagus Italia menjelang pembukaan Piala Eropa. Pasalnya, dalam skuad yang dibawah pelatih Roberto Donadoni, Italia tidak diperkuat oleh sejumlah pilar penting di piala dunia dua tahun silam. Francesco Totti dan Alessandro Nesta telah memutuskan untuk pensiun dari timnas. Keadaan sema...

Vieira Isyaratkan Pensiun di Italia

MILAN, RABU - Mantan gelandang Arsenal yang kini bermain di Inter Milan, Patrick Vieira, isyaratkan akan akhiri kariernya di Italia. Sinyal ini diungkapkannya, Rabu (2/5) di Milan, Italia. Vieira juga menegaskan tidak akan kembali ke Inggris, Bekas kapten Arsenal yang menjadi andalan lini tengah tim Perancis ini menegaskan, dirinya sudah gaek. "Saya sudah gaek. Saya senang masih berada di sini" kata Vieira, seperti dikutip feelfootball.com. Vieira, yang 23 Juni nanti berusia 31 tahun, bergabung dengan Inter Milan Agustus 2006. Musim sebelumnya ia memperkuat Juventus FC, tetapi setelah Juventus turun ke Serie B karena terlibat skandal pengaturan skor, ia hengkang ke Inter Milan. Vieira dikenal mempunyai umpan-umpan yang akurat serta fisik yang kuat. Namanya mulai dikenal sejak memperkuat Arsenal di Liga Inggris. Saat di Arsenal, dia membawa klub London tersebut juara Liga Primer tiga kali (1997-1998, 2001-2002, 2003-2004) dan Piala FA empat kali (1998, 2002, 2003, 2005). Dipan...

MICHAEL ESSIEN (Ghana), Kisah Si Tukang Roti

Image
''Ibu! Berhentilah membuat roti. Biarkan saya yang menanggung hidup ibu.'' Demikian Michael Essien, ikon sepak bola Ghana, kepada ibunya enam tahun lalu. Aba Gyanode, sang ibu pemain termahal Afrika itu, masih mengingat jelas kata-kata itu. Saat itu di tahun 2000, Essien baru saja meneken kontrak dengan Bastia -- klub di Liga Prancis. Ia masih berusia 18, tapi telah menyit perhatian publik karena kemampuannya bermain sepak bola. Aba bekerja keras membuat dan menjual roti di sebuah pasar di Accra, ibu kota Ghana, untuk membesarkan lima anaknya. Selama empat tahun berjuang sendirian, sedangkan James -- ayah Essien -- meninggalkannya begitu saja. ''Dulu saya pembuat roti yang trampil. Setiap hari saya mengajari Essien,'' kata Aba yang kini tinggal di rumah besar di Mallam, kawasan elite di Accra, bersama tujuh kerabatnya -- termasuk ibu kandungnya. ''Essien memberikan rumah ini. Ia juga membelikan kami mobil, perabot rumah. Seluruh saudara perempuan...

HIDETOSHI NAKATA (Jepang): Apa Mau Dikata

Image
Ada beberapa pemain yang pantas mengisi lini tengah, dua di antaranya Shunsuke Nakamura dan Shinji Ono. Tetapi, Hidetoshi Nakata adalah pilihan tak terbantahkan untuk satu tempat di lini vital tersebut. Pemain berusia 29 tahun yang malang melintang di Liga Italia dan kini di Liga Inggris dibekali visi dan umpan-umpan terukur dari lini tengah kepada penyerang. Tidak heran kalau sebagian besar insan sepak bola di Jepang mulai melupakan legenda Kazu Miura dan berpaling kepada Nakata sebagai pemain yang banyak menarik perhatian pencandu bola di Negeri Sakura. Pada usai 14 tahun, Nakata sudah mengisi tim nasional yunior. Enam tahun kemudian dia mulai debut di tim senior melawan Korea Selatan, Mei 1997. Talenta dan bakat besar yang dimiliki membawanya mencapai prestasi tertinggi setahun kemudian ketika dia memimpin Jepang untuk pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia, Perancis 1998. Jepang gagal menembus babak kedua, tetapi Nakata tampil penuh di seluruh pertandingan penyisihan grup....

JOHN TERRY (Inggris): Mengubah Total Sistem Pertahanan Inggris

Image
Dalam sepak bola modern, sektor pertahanan tidak lagi masuk dalam jajaran "kelas paria". Bahkan, beberapa tim terbaik dunia dalam peringkat FIFA masih mengandalkan sektor pertahanan sebagai sumber kekuatan. Italia salah satunya. Meski "Gli Azzurri" saat ini terbilang tim yang sangat seimbang, sektor pertahanan mereka masih menjadi pilar dan salah satu yang terbaik di dunia. Tradisi pertahanan di sepak bola Italia memang paling hebat sepanjang sejarah. Inggris, sementara itu, terbilang sebagai negara yang agak lambat mengadopsi sistem pertahanan yang ampuh. Terbiasanya klub-klub di Premiership menggunakan empat pemain sejajar (back four flat) membuat tim nasional Inggris seakan terbelenggu hanya dalam satu sistem dan pola bertahan. Sejak lama, sistem empat pemain sejajar yang mengandalkan kekuatan fisik dan keampuhan duel udara untuk menghalau umpan lambung telah menjadi patron pertahanan Inggris. Akibatnya, sepertinya sudah menjadi stereotip, bek-bek Inggris hanya m...

Saatnya Pembuktian untuk THIERRY HENRY (Perancis)

Image
Tak perlu banyak kata untuk mengisahkan kepiawaian Thierry Henry dalam menggedor pertahanan lawan. Bicara produktivitas? Ia adalah pencetak gol terbanyak pada musim kompetisi 2005/2006 Liga Inggris. Dengan total gol 27, striker Arsenal ini jauh di atas striker lain, seperti Didier Drogba (Chelsea) 12 gol dan Ruud van Nistelrooy (Manchester United) 21 gol. Henry juga top scorer dua musim sebelumnya, 2003/2004 dengan 30 gol dan 2004/2005 dengan 25 gol. Kelebihan Henry adalah penempatan bola yang akurat ke sudut kosong gawang lawan. Tendangan pemain kelahiran 17 Agustus 1977 ini biasanya tidak keras, namun dapat membuat bola meluncur terarah. Puluhan kali kiper tim lawan dibuat terperangah oleh aksi-aksinya. Semua itu bisa ia lakukan karena kecepatan lari, mobilitas yang seolah tiada henti, sontekan bola di atas rata-rata, dan penyelesaian akhir yang akurat. Soal prestasi yang membuat ia begitu populer dan diakui itu, Henry berujar, "Bukan karena saya. Ini lebih pada bagaimana saya m...

CARLES PUYOL (Spanyol): Si Banteng Ketaton

Image
Malam menjelang partai final Liga Champions 2006, striker Arsenal, Thierry Henry, berdiskusi keras dengan pelatihnya, Arsene Wenger. Topik pembicaraan mereka hanya satu: bagaimana menaklukkan Carles Puyol, bek tengah Barcelona yang sangat kuat, mirip banteng ketaton, tetapi gesit dan tak pernah bisa dilewati. Henry memang akhirnya bisa "mengalahkan" Puyol, lewat umpan bola mati ke Sol Campbell. Namun, Arsenal tetap tak mampu mencatat sejarah di Stade de France. Puyol-lah yang berpesta dengan mengangkat piala. Carles Puyol memang jiwa di jantung pertahanan Barcelona dan kini di sentral pertahanan Spanyol. Usianya belum genap 20 tahun saat Barcelona untuk pertama kalinya memercayakan lini belakangnya pada pemain kelahiran 13 April 1978 itu. Meski kemudian secara reguler Puyol tampil untuk tim utama Barcelona, kesempatan tampil di tim nasional baru terbuka setelah Manuel Pablo cedera. Puyol kemudian menjadi andalan di lini belakang Spanyol saat tampil di Piala Dunia 2002. Gayany...

ADEBAYORr (Togo): Terinspirasi Nigeria

Image
Bulan Januari lalu Emmanuel Sheyi Adebayor membuat ulah saat timnya, Togo, tampil di ajang Piala Afrika di Mesir. Pemain berusia 22 tahun ini konflik dengan pelatih saat itu, Stephen Keshi. Meski bengal, peran Adebayor meloloskan Togo ke Jerman cukup besar dengan 11 gol dari kakinya. Dengan gol itu pula Adebayor menjadi pencetak gol terbanyak babak kualifikasi Zona Afrika dan berhasil menempatkan Togo sebagai juara Grup I. Berselisih dengan Keshi, Adebayor justru menjadi pilihan utama Pelatih Togo saat ini, Otto Pfister. Mengenai peran pemain keturunan Nigeria ini—orangtuanya asli Nigeria—Pfister bahkan mengatakan, Adebayor adalah wakilnya di lapangan. "Dia harus bisa menjadi pemimpin di lapangan," kata Pfister. Lahir di Lome, Togo, 26 Februari 1984, Adebayor mengenal sepak bola sejak belia. Di usia 15 tahun, dia bergabung dengan tim yunior FC Metz (Perancis). Dua tahun kemudian kesempatan bermain di tim inti pun datang, meski Metz sendiri harus terdegradasi ke Divisi II. Nam...

RONALDINHO, Pemain Terbaik Sejagad 2005

Bintang asal Brazil Ronaldinho terpilih menjadi Pemain Terbaik Dunia 2005. Sama seperti saat dinyatakan sebagai pemain terbaik Eropa, ia kembali mengungguli bintang asal Inggris, Frank Lampard. Bagi pemain klub Barcelona itu, gelar terbaik dunia ini adalah yang kedua ia peroleh secara berturut-turut. Dalam pemilihan yang dilakukan oleh pelatih dan kapten tim nasional di seluruh dunia, ia memperoleh 956 suara. Lampard, gelandang klub Chelsea, hanya meraih 306 suara. Rekan seklub Ronaldinho, Samuel Eto'o, di tempat ketiga dengan 190 suara. "Aku dedikasikan penghargaan ini kepada rekan-rekan saya, yang tanpa mereka aku tidak mungkin akan berdiri di sini," kata Ronaldinho. "Ini juga untuk keluarga dan Tuhan, yang telah memberi saya kesehatan." Ronaldinho adalah pemain ketiga yang memperoleh gelar itu lebih dari satu kali. Dua pemain lainnya adalah rekan senegara Ronaldinho, Ronaldo, yang meraih pada 1996, 1997, dan 2002, serta gelandang asal Prancis Zinedine Zidane ...

RAUL GONZALEZ, Reinkarnasi Si Burung Nasar

Dari Album Lama Raul Gonzalez Siap Antar Real Madrid merajai Eropa lagi. Ia juga disebut calon bintang di Piala Dunia Perancis Lupakan Emilio Butragueno, Si Burung Nasar yang melambungkan Spanyol di sepakbola dunia pada 1980-an. Kini ada Raul Gonzalez Blanco, remaja berusia 20 tahun, yang kelihaiannya merobek jala lawan tak kalah dengan mesin gol asal Madrid itu. "Ia memang reinkarnasi Butragueno," ujar seorang pemujanya. Kedua bintang itu memang punya kemiripan. Mereka lahir di Madrid dan besar di klub raksasa kota itu, Real Madrid. Dua-dua nya punya kaki tajam, yang jitu mengiris gawang lawan. Kepala mereka pun subur melesakkan bola. Lebih satu dekade Butragueno menjadi legenda di Stadion Bernabeu, kandang Madrid. Raul juga punya potensi besar untuk menyamainya, bahkan melebihi. Tapi pemuda ramah ini tak mau disanjung "Sangatlah jauh membandingkan saya dengannya," ujarnya. Raul boleh merendah, namun prestasi Real Madrid menjadi juara liga dua kali, musim 1994/1995...

OWEN, Bocah Ajaib yang Terus Menanjak

Dari Album Lama Ia dianggap striker terbaik Inggris saat ini. Tapi ia tetap seorang remaja yang sopan dan rendah hati Debut Ruud Gullit sebagai pelatih Newcastle United berakhir dengan malu besar. Di kandang sendiri, Minggu (30/8), timnya dipecundangi Michael Owen, remaja berusia 18 tahun yang memperkuat Liverpool. Owen mencipta hattrick mengesankan, lewat larinya yang kencang dan kejeliannya mencari ruang kosong di kotak penalti lawan. Tiga gol Owen membuat Liverpool menang besar 4-1 di Stadion St. James Park, kebanggaan The Magpies . Padahal Newcastle tergolong tim elite di Liga Inggris, dan diperkuat Alan Shearer, penyerang utama sekaligus kapten tim nasional Inggris. " Hattrick itu sensasional. "Saat ini Owen adalah striker terbaik Inggris," puji pelatih timnas Glenn Hoddle. "Kalau dia main seperti itu, saya tak akan pernah melepaskannya." Hoddle pun langsung memutuskan Owen sebagai pendamping utama Alan Shearer, menghadapi pra Piala Eropa Sabtu (5/9) melaw...

ZIDANE, Cahaya dari Anak Seorang Imigran

Image
Oleh MANSYUR ALKATIRI (dari album lama)   Zinedine Zidane semakin dipuja di Perancis. Ia pahlawan kemenangan Les Blues   "Zizou calon presiden," demikian antara lain teriak para pendukung kesebelasan Perancis yang memenuhi alun-alun Champs Elysees, Paris. Zizou adalah nama panggilan bagi Zinedine Zidane, kunci kemenangan Perancis atas Brasil di final Piala Dunia, 12 Juli lalu. Satu juta orang memenuhi lapangan utama Paris itu guna menyambut para pahlawan yang baru mempersembahkan Piala Dunia bagi negaranya. Ucapan pendukung fanatik Zinedine Zidane itu mungkin berlebihan. Tapi itu juga menggambarkan betapa besar kecintaan publik Perancis pada anak imigran asal Aljazair itu. Di monumen utama Perancis, Arc de Triomphe, nama Zizou juga ditulis dengan sinar laser. " Merci Zizou (Terima kasih Zizou)," begitu bunyinya. "Dia membawa cahaya. Kamu tahu dia akan memilikinya," puji pelatih Aime Jacquet.  Zinedine Zidane pantas meraih pujian seperti itu. Dua gol has...

RONALDO, Tak Lagi Tersaingi

Dari Album Lama Ronaldo kembali dinobatkan FIFA sebagai pemain terbaik dunia Tak ada yang kaget mendengar namanya dinobatkan kembali oleh FIFA sebagai Pemain Terbaik Dunia, Senin (12/1) lalu. Hampir seluruh insan bola dunia mafhum, Ronaldo Luiz Nazario de Lima selama tahun 1997 melejit sendirian tanpa saingan berarti. Baik saat memperkuat klub besar Barcelona (Spanyol) dan Inter Milan (Italia), maupun tim nasional Brasil sendiri. Ronaldo sangat pantas menerima gelar terhormat itu. Bertempat di Disneyland, World Player Gala, dekat kota Paris, ke-121 pelatih nasional yang ditugasi FIFA memilih pemain terbaik itu memberi nilai tertinggi bagi Ronaldo (480). Nilai itu jauh diatas Roberto Carlos (65), rekannya di timnas Brasil yang bermain untuk Real Madrid (Spanyol). Dua bintang Eropa, Dennis Bergkamp (Belanda, Arsenal) dan Zinedine Yazid Zidane (Perancis, Juventus) ada di tempat ketiga (62). Sebelum dianugerahi gelar diatas, Ronaldo juga terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa 1997 oleh Maja...

BATISTUTA, Dewa Firenze Menatap Paris

Dari Album Lama Batistuta dianggap dewa di Italia. Ia berpeluang menjadi top scorer di Paris Bagi warga kota Firenze (Florence), Gabriel Omar Batistuta bukanlah manusia. Ia adalah dewa. " Il nostro dio , Dia dewa kami," ujar seorang seorang pecandu fanatik La Viola (Si Ungu), julukan klub Fiorentina. Kecintaan warga Firenze pada Batistuta, tak kalah dengan kecintaan warga kota Napoli pada bintang Argentina lainnya, Diego Armando Maradona. Untuk membuktikan kecintaannya, warga Firenze membuat patung Batistuta di tengah-tengah kota. Patung itu didirikan tak lama setelah Batistuta mempersembahkan Piala Italia bagi warga Firenze pada musim 1995-1996, dengan menggasak Atlanta 3 - 0, dalam dua partai final. Bati, demikian panggilannya, mencetak dua gol. Kemampuan Bati mencetak gol memang luar biasa. Tak salah kalau ia dijuluki Bati-Gol. Tiga puluh lima kiper dari 25 klub Italia tahu betul sengatan lebah Argentina ini. Ia sering melepaskan tembakan keras dan akurat, dalam waktu begi...

JUNINHO Kandasnya Mimpi Si Anak Kecil

Dari Album Lama Juninho kemungkinan besar bakal absen di Piala Dunia. Begitupula Ciro ferrara dan Mathias Sammer. Bagi seorang pemain sepakbola, tak ada event yang lebih penting bagi selain Piala Dunia. Maka akan sangat menyakitkan bila dia tiba-tiba tak bisa berlaga akibat cidera. Latihan dan usaha keras selama ini mubazir tiada guna. Penantian panjang bertahun-tahun berakhir dengan air mata. Nasib itulah yang kini menghantui bintang muda Brazil, Juninho. Pemain bertubuh kecil, 1.60 m, ini harus rela melepas impian berlaga di Perancis akibat cidera yang cukup parah di kompetisi Liga Spanyol. Mimpi indah pemain klub Atletico Madrid ini untuk bisa tampil di Paris, buyar setelah tackling keras Michel Salgado, pemain belakang klub Celta Vigo, Minggu pekan silam, menghantam habis kaki kirinya. Juninho, 24 tahun, yang artinya Anak Kecil, saat itu berhasil menusuk ke depan gawang Celta Vigo. Ia diburu cepat oleh Michel Salgado. Ketika sadar dirinya tak mungkin lagi mengambil bola dari kaki J...

Si Anak Bengal Terantuk Batu

Dari Album Lama Pelatih tersinggung, Faustino Asprilla didepak dari tim. Peluang Kolombia mengecil? Si Anak Bengal itu berulah lagi. Dan kali ini ulahnya tak tanggung-tanggung. Ia meninggalkan arena Piala Dunia, arena yang diimpikan oleh seluruh pemain bola, karena marah pada sang pelatih. Ia tidak bisa menerima keputusan pelatih Hernan Dario Gomez yang menariknya keluar lapangan di menit ke-85 pertandingan Kolombia-Rumania (15/6). "Gomez pilih kasih," kata striker andal itu. Ia lalu menunjuk pemain-pemain lain yang juga tampil di bawah form tapi tak diganti. Secara khusus ia bahkan menuding kapten tim Carlos Valderrama yang katanya bermain lebih buruk dibanding dirinya. "Valderrama tak diganti karena ia anak emas Gomez," katanya tajam. Kecaman itu terang saja membuat merah kuping di pelatih, apalagi Asprilla melakukannya secara terbuka dalam wawancara yang disiarkan Radio Caracol. "Bila masih terus nyerocos seperti itu, dia akan saya tendang dari tim nasion...