Saatnya Pembuktian untuk THIERRY HENRY (Perancis)

Tak perlu banyak kata untuk mengisahkan kepiawaian Thierry Henry dalam menggedor pertahanan lawan. Bicara produktivitas? Ia adalah pencetak gol terbanyak pada musim kompetisi 2005/2006 Liga Inggris. Dengan total gol 27, striker Arsenal ini jauh di atas striker lain, seperti Didier Drogba (Chelsea) 12 gol dan Ruud van Nistelrooy (Manchester United) 21 gol. Henry juga top scorer dua musim sebelumnya, 2003/2004 dengan 30 gol dan 2004/2005 dengan 25 gol.
Kelebihan Henry adalah penempatan bola yang akurat ke sudut kosong gawang lawan. Tendangan pemain kelahiran 17 Agustus 1977 ini biasanya tidak keras, namun dapat membuat bola meluncur terarah. Puluhan kali kiper tim lawan dibuat terperangah oleh aksi-aksinya.
Semua itu bisa ia lakukan karena kecepatan lari, mobilitas yang seolah tiada henti, sontekan bola di atas rata-rata, dan penyelesaian akhir yang akurat. Soal prestasi yang membuat ia begitu populer dan diakui itu, Henry berujar, "Bukan karena saya. Ini lebih pada bagaimana saya membantu tim berprestasi lebih baik, dan saya melakukan dengan mencetak gol."
Dua kali Henry dinominasikan sebagai Pemain Terbaik Dunia, yakni tahun 2003 dan 2004. Namun, keduanya berakhir dengan posisi runner-up. Itu pun tak membuat pengakuan terhadapnya meredup. "Dia pemain terbaik dunia dan telah menjadi salah satu yang terbaik sepanjang zaman," kata striker MU, Ruud van Nistelrooy.
Ronaldinho pun, pemain Brasil yang juga bintang Barcelona, memuja Henry. "Henry adalah pemain hebat dan melengkapi dirinya dengan kemampuan teknik sangat memadai. Saya memuja penampilan dia. Saya hormati dia sebagai sesama laki-laki dan pemain sepak bola," kata Ronaldinho.
Karier Henry berawal saat ia tergabung di Akademi Sepak Bola Perancis di Clairefontaine, dan bermain di level yunior untuk CO Les Ulis (1989), Viry Chatillon (1990-1992), dan FC Versailles (1992-1993). Sedangkan debut karier profesional dilakukan di klub AS Monaco (1994-1995), Juventus (1998-1999), dan Arsenal (1999 hingga sekarang).
Bersama Arsenal, Henry merasakan manisnya menjuarai Liga Primer 2001/2002 dan 2003/ 2004; juara Piala FA 2002, 2003, 2005; dan runners-up Liga Champions 2006.
Meski sukses di karier profesional sebagai pemain klub, Henry belum membuktikan secara signifikan di ajang Piala Dunia. Penampilan Perancis di Korea Selatan-Jepang 2002, di mana Henry intens bermain, jeblok karena tersisih di penyisihan grup dan gagal mencetak satu gol pun.
World Soccer dalam satu wawancara pernah menanyakan apakah Henry setuju bahwa pengakuan internasional harus dibuktikan dengan gol di ajang Piala Dunia. Ia menjawab, "Tidak harus begitu. Saat saya hadir di lapangan, yang saya pikirkan adalah bagaimana menolong tim memenangi pertandingan, bukan berpikir soal menjawab kritik-kritik itu." (ADP)
Sumber: Kompas
Comments