JOHN TERRY (Inggris): Mengubah Total Sistem Pertahanan Inggris

Dalam sepak bola modern, sektor pertahanan tidak lagi masuk dalam jajaran "kelas paria". Bahkan, beberapa tim terbaik dunia dalam peringkat FIFA masih mengandalkan sektor pertahanan sebagai sumber kekuatan.
Italia salah satunya. Meski "Gli Azzurri" saat ini terbilang tim yang sangat seimbang, sektor pertahanan mereka masih menjadi pilar dan salah satu yang terbaik di dunia. Tradisi pertahanan di sepak bola Italia memang paling hebat sepanjang sejarah.
Inggris, sementara itu, terbilang sebagai negara yang agak lambat mengadopsi sistem pertahanan yang ampuh. Terbiasanya klub-klub di Premiership menggunakan empat pemain sejajar (back four flat) membuat tim nasional Inggris seakan terbelenggu hanya dalam satu sistem dan pola bertahan.
Sejak lama, sistem empat pemain sejajar yang mengandalkan kekuatan fisik dan keampuhan duel udara untuk menghalau umpan lambung telah menjadi patron pertahanan Inggris. Akibatnya, sepertinya sudah menjadi stereotip, bek-bek Inggris hanya menang dalam postur tubuh, agilitas, dan kebugaran.
Namun, sistem pertahanan sepak bola Inggris saat ini telah berubah total. John Terry adalah orang yang paling berjasa mengubah stereotip bek Inggris yang cuma mengandalkan otot. Terry yang juga bek andalan klub juara Liga Inggris, Chelsea, menggabungkan otot, agilitas, dan keberaniannya dengan teknik tinggi dan kemampuan menempatkan posisi yang amat prima.
Sebagai kapten di Stamford Bridge, Terry berkembang menjadi figur yang amat matang. Selain teknik dan kebugarannya yang prima, kepemimpinannya di lapangan telah membawa dua gelar Liga Inggris beruntun bagi Chelsea.
Terry memang figur pemimpin yang amat dibutuhkan Chelsea. Di lapangan, dia menjadi inspirator, tidak saja dalam bertahan, tetapi dalam keseluruhan permainan, bahkan mencetak gol. Di kamar ganti, gayanya yang lugas mengobarkan semangat.
Piala Dunia 2006 di Jerman merupakan arena bagi Terry untuk membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu pemain belakang terbaik di dunia. Bertandem dengan Rio Ferdinand di center back, serta Gary Neville di kanan dan Ashley Cole di kiri, Terry yakin, barisan belakang Inggris akan menjadi salah satu yang terkuat di Jerman nanti.
Dari barisan cadangan, Pelatih Inggris Sven-Goran Eriksson masih punya sejumlah nama yang secara kualitas tidak jauh berbeda: Jamie Carragher dan Sol Campbell. Carragher adalah bek tengah yang menjadi pilar utama Liverpool saat merebut gelar Liga Champions musim lalu dan Piala FA musim ini.
Sementara Campbell, meski lama absen karena cedera, penampilannya yang gemilang bersama Arsenal di final Liga Champions memberikan opsi yang sangat baik bagi Eriksson untuk lini belakang.
Terbaik di dunia
"Saya pikir, Inggris punya barisan pemain bertahan paling baik di dunia," ujar Terry kepada kantor berita AFP di kamp latihan "The Three Lions" di Loule, Portugal.
Terry menambahkan, di luar barisan pertahanan Inggris, masih banyak pemain bertahan dengan kualitas dunia. Dia menyebut Alessandro Nesta (Italia) dan Carles Puyol (Spanyol), William Gallas (Perancis), serta Ricardo Carvalho (Portugal).
"Hanya saja, dengan Gary (Neville) misalnya, Inggris akan mampu menahan gerakan pemain seperti Ronaldinho," ujar Terry. "Ronaldinho memang pemain hebat, tetapi dia harus bekerja keras untuk melewati pemain seperti Gary," lanjut Terry.
Meski juga memuji Rio Ferdinand, Terry harus ekstrawaspada terhadap pemain klub Manchester United ini. Rio, meski punya teknik tinggi, termasuk pemain yang banyak melakukan blunder. Kecermatannya dalam membaca alur serangan dan nalurinya yang tajam dalam memotong umpan lawan sering kali menjadi sia-sia karena sering hilang konsentrasi.
Jika Rio prima, Terry memang tidak perlu khawatir sebab di sayap kiri berdiri Ashley Cole, salah satu bek sayap yang paling gesit dan cerdas. "Saya hanya berharap kami berempat selalu dalam kondisi puncak," ujar Terry. (joy)
Sumber: Kompas
Comments